My another world, My writing world….


Cast :  Sulli (fx)

Taemin Lee (SHINee)

Krystal (fx)

All SHINee’s members

Hari ini aku melihatnya lagi, diganggu oleh teman-temannya. Dan dia hanya terdiam menunduk, sambil terus memakan makan siangnya. Aku tidak habis pikir kenapa mereka tidak bosan-bosannya menggangunya, mengeluarkan kata-kata kasar didepannya bahkan dengan sengaja mendorong tubuhnya hingga terjatuh dari kursi. Akupun semakin heran, kenapa dia hanya diam, tidak membalas perbuatan mereka. Padahal bisa saja dia meminta manajernya untuk memberikannya bodyguard untuk mengikutinya kemana-mana, ah mungkin dia malu untuk melakukannya karena hal itu akan membuatnya semakin tidak disukai oleh teman-temannya. Atau bisa saja dia minta untuk dipindahkan dari sekolah itu agar dia tidak lagi mendapatkan perlakuan-perlakuan buruk itu, atau memilih home schooling saja, dia hanya duduk santai dirumah dan guru yang mendatanginya. Entahlah, aku masih tidak memahami apa yang ada dipikirannya, dan mungkin saran-saran yang ada diotakku ini tidak akan membantunya.

“Sulli-ah, kenapa kau bengong? Lihat siswa-siswa itu sudah mengantri untuk makan siang mereka” suara seorang wanita mengagetkanku,

“ah, ne eomma,,,,”

Kembali aku berdiri didepan bahan-bahan makanan itu. Dengan cekatan aku mengolahnya sesuai pesanan para siswa. Tidak ada kekakuan saat aku malakukannya, karena aku sudah terbiasa memasak dan aku sangat menyukainya. Eommaku saja memuji masakanku.

“ajumma, anyeong haseyo…”, seorang gadis dengan rambut dikuncir kuda terlihat tersenyum pada kami, umurnya hanya terpaut satu tahun denganku dan kami berteman dekat sejak 4 bulan lalu.

“anyeong, krystal,, kau tambah cantik saja,,” puji eomma

“ajumma bisa saja,,, eonni, minggu ini kau ada acara tidak?”

“sepertinya tidak ada, wae?”

“ani, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat..”

“eodintte?”

“ada deh, kau harus berdandan ya,,, aku harus masuk kelas dulu,,, anyeong,,” krystal berlari meninggalkanku yang masih tidak menangkap ucapannnya, kenapa aku harus berdandan??

“Eonni,,,,” krystal melambaikan tangan padaku, aku tersenyum. Dia terlihat berbeda dengan pakaian itu, tampak lebih dewasa dan sangat cantik.  Kembali kulihat pada diriku, Sulli-ah kau juga cantik dengan pakaian ini.

“hya! Memangnya kita mau kemana?” kami berjalan beriringan, dia menggandeng tanganku,

“kau akan tahu…”

Saat ini aku sedang berada disebuah gedung dengan lautan manusia yang sepertinya didominasi oleh para yeoja. Mereka berteriak-teriak histeris saat melihat 5 orang namja yang muncul diatas panggung. Lagu itu,,, aku mengenalnya,, mereka SHINee!!

Baby, naega seonmul mumchulsu oh crazy

Neomu yepeo gyeondilsu oh crazy

Neo animyon pilyoeopta crazy, na waedae,,

Ring ding dong ring ding dong ding ding

Dia menari dengan sangat lincah, tak salah jika posisinya adalah sebagai the main dancer nya SHINee. Dia tersenyum, tertawa, dan terlihat sangat menikmati penampilannya. Tidak ada wajah sendu yang selalu aku lihat saat disekolah. Tanpa kusadari aku juga ikut terhanyut dalam kegembiraannya menyanyi dan menari, krystal tidak kalah histerisnya, dia melompat-lompat mengikuti irama lagu sambil terus berteriak, “Onew eoppa, saranghae,,,,,!!!!”.

Sudah hampir 3 jam aku berdiri ditengah-tengah para fans yang sepertinya tidak merasa lelah berteriak. Mereka terus berteriak dan bersemangat setiap kali SHINee berganti lagu, kelima namja itu sepertinya juga ikut bersemangat melihat para penonton, dan aku hanya berdiam diri ditempatku, tidak ikut melompat-lompat seperti krystal, tidak ikut berteriak-teriak seperti orang-orang disampingku, aku hanya tersenyum, bertepuk tangan dan terus melihatnya, menikmati kegembiraanya.

“Krystal, ayo kita pulang, sepertinya acaranya sudah selesai, kalau kita tidak pulang lebih awal nanti kita akan kesulitan untuk keluar” kataku sedikit berteriak karena disana masih bising. Krystal menoleh, kemudian tersenyum.

“tunggu sebentar, eonni…”

Satu-persatu penonton sudah mulai meninggalkan gedung, dan kami masih tetap bediri ditempat kami. Gedung mulai terlihat sepi,

“Eonni, ayo…” Krystal menarik tanganku, bukan ke pintu keluar tapi keruangan dibalik panggung,

“Anyeong,,,,” Sapa krystal saat memasuki sebuah ruangan, aku sempat membaca tulisan dikertas yang tertempel didepan pintu, SHINee!. Kulihat orang-orang menoleh pada kami, aku juga melihatnya sedang tertunduk sedih dan dikelilingi oleh member yang lain.

“anyeong krystal-ssi….”jawab Onew, si leader SHINee dan menghampiri kami,

“Eoppa, tadi kau keren sekali….”

“jeongmal?  gomawo….”

Kulihat dia terlihat terkejut dengan kedatangan kami dan langsung merubah air mukanya,,

“Sulli-ssi, kau datang juga…” aku sedikit terkejut mengapa dia bisa tahu namaku,

“ah, ne,, krystal yang mengajakku,,” jawabku sedikit kikuk

“bagaimana tadi penampilanku?”

“ne? daebakk!!”

“jinjja?? Aku memang keren,,,” dia menunjukkan barisan gigi-giginya lagi,

“hya..!! sekarang kau  melupakan keberadaan kami disini,,,” kata Key dengan nada cemburu, Dia menoleh tidak mengerti maksud perkataaan hyungnya itu,

Key tersenyum, kemudian menepuk pundaknya,, “Ani, aku hanya bercanda, baru kali ini aku melihatmu langsung melupakan masalahmu setelah melihat seseorang,,,” Key melirik padaku, dia juga melirik padaku,,

“ah, hyung,,,!” wajahnya tiba-tiba menunduk yang disambut tawa oleh keempat member lainnya,

“gwaenchana, ini artinya kau semakin dewasa….” Minho menimpali dan membuat wajahnya semakin tenggelam, aku semakin kikuk, apa maksud perkataan mereka?

“chusunghamnida, saya harus pergi,,,, daebakk untuk kalian semua,,,” kali ini giliran aku yang menarik tangan Krystal keluar,

“datanglah ke dorm kami, ada yang membutuhkanmu disana…” kini Jonghyun yang bersuara,

“hyung!!” dia terlihat kesal, mereka tertawa lagi melihat ekspresinya.

Aku berjalan tergesa keluar gedung, Krystal mencoba mensejajari langkahku,

“eonni, kenapa mukamu merah? Aha, kau juga malu ya mendengar kata-kata mereka,,”

“Ani, aku hanya kepanasan didalam…” Krystal tertawa mendengar jawabanku, aku semakin mempercepat langkahku, sepertinya wajahku sudah seperti kepiting rebus saat ini.

Aku tidak melihatnya beberapa hari ini, apa dia sakit? Atau sedang ijin untuk menjalani shownya? tiba-tiba aku sangat ingin melihat wajahnya, memperhatikannya makan, dan aku mulai merindukannya, ah perasaan apa ini?. Sebenarnya umur kami sama, kami juga berada diangkatan yang sama. Tapi, aku memutuskan untuk tidak langsung meneruskan sekolahku tahun ini,dan akan meneruskannya tahun depan. Eomma melarangku untuk melakukannya, tapi itu sudah menjadi tekad bulatku untuk membantu eomma bekerja untuk menghidupi keluarga kami, membiayai sekolah kedua adikku. Karena ayah kami sudah meninggal sejak aku masih disekolah menengah pertama. Tapi semangatku untuk belajar masih tinggi, aku terus membuka dan kembali mempelajari buku-buku lamaku, mengunjungi perpustakaan umum untuk mencari buku-buku yang seharusnya aku pelajari tahun ini.

Dia pindah sekolah. Informasi itu kudapat dari Krystal sore tadi. sekolah barunya lebih dekat dari tempat agensi yang menaunginya, itu alasan yang diberikan pihak agensi  mengapa dia dipindahkan. Aku sedikit kecewa mendengar berita itu, tapi aku juga senang dan berharap agar dia lebih menikmati sekolah barunya  dan tidak lagi mendapat gangguan dari teman-temannya. Kini aku tidak akan bisa melihatnya lagi, mungkin hanya lewat televisi.

“Sulli-ah, ada surat untukmu, eomma lupa memberitahumu tadi.”

“Dari siapa, eomma?”

“Eomma juga tidak tahu, kau baca sendiri. Eomma meletakkannya dimeja belajarmu”

Selesai makan malam, aku segera menuju kamarku, mencari surat yang diceritakan eomma. Sebuah amplop berwarna putih kutemukan disamping buku-bukuku. Tidak ada tulisan apapun di amplop itu, kurogoh isinya. Aku tersenyum saat mengetahui siapa pengirimnya,,

Anyeong, sulli-ssi,,,,

Saat membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak menjadi siswa disekolahku. Ya, aku pindah sekolah. Pihak agensi yang memintaku untuk melakukannya. Sebenarnya aku berat untuk melakukannya, tapi hyung-hyungku di SHINee mendukung keputusan agensi, karena mereka tahu apa yang aku alami disekolah setiap hari, aku juga heran kenapa mereka bisa mengetahuinya. Kau tau apa yang aku maksud kan? Mungkin kau menganggapku orang yang lemah karena tidak pernah membalas perlakuan-perlakuan buruk mereka. Aku melakukannya karena aku sadar posisiku saat ini, aku adalah seorang public  figure. Aku tidak ingin membuat berita buruk  dengan berkelahi dengan mereka.

Sulli-ssi,,,

Pasti kau heran kenapa aku bisa mengetahui namamu. Kau tau krystal kan? Dia sepupuku, aku mengetahui namamu darinya. Dia adalah fans berat Onew hyung dan selalu memintaku untuk mengirimkan salamnya kepada Onew hyung. Sebagai gantinya, dia menceritakan semua yang dia tahu tentangmu. Kau tahu? Awalnya aku  ingin segera pindah dari sekolah itu, tapi kini aku sangat tidak ingin pindah walau pada akhirnya aku melakukannya dengan terpaksa dan aku tahu ini juga demi kebaikanku.  karena dorongan semangat dari hyung-hyungku di SHINee  yang membuatku tetap memilih untuk bersekolah disana dan juga kau. Kamulah yang membuatku tetap bertahan disekolah itu selama hampir setahun, karena tatapan-tatapanmu saat aku makan dikantin, karena tatapan-tatapan kesalmu saat aku diganggu. Aku selalu menceritakan tentangmu pada hyung-hyungku, tidak tahu mengapa aku begitu bersemangat saat bercerita pada mereka. Dan mereka selalu dengan setia mendengar cerita-ceritaku. 

Kau ingat saat kau masuk keruangan kami? Aku mendapat sebuah pesan yang benar-benar membuatku sedih. Pesan itu mungkin dari salah satu teman sekelasku, dia mengataiku sok artis, munafik dengan senyum-senyum yang aku perlihatkan dan seorang yang pengecut. Dan kembali hyung-hyungku lah yang menyabarkanku dan memintaku untuk tidak memperdulikannya. Dan disana juga ada kau yang membuatku segera merubah kesedihanku dengan keceriaan karena aku sudah bertekad untuk tidak akan memperlihatkan kesedihan lagi pada orang yang aku sukai.

Sulli-ssi…

Kau tahu? Aku mengirim surat ini lagi-lagi karena dorongan dari para hyungku karena mereka tahu aku tidak akan berani untuk mengatakannya padamu secara langsung. Jonghyun hyung-lah  yang paling bersemangat mengajariku menulis kata-kata yang bagus, dan inilah hasilnya. dia memang masternya dalam hal ini.

Sulli-ssi,,,,,

Bolehkah aku menyukaimu?

 

Taemin Lee

Kulipat surat itu dengan senyum dan mata berkaca, “Ne, Taemin-ssi,,, na tto joahae…”

Iklan

Ayo tinggalin jejak...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: