My another world, My writing world….

DEMENTIA


Tittle      : Dementia

Author  : Shin

Length : Twoshot (1 0f 2)

Cast      : Lee Haerin (Oc)

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Genre  : Angst

Halo….Shin kembali dengan FF  baru. Ini adalah FF pertamaku dengan cast Suju  dan  genre Angst pertama yang aku buat. Uwohhh, serba pertama ya? haha *ketawa bangga*. Okeh, Happy reading ^^……..

“Matematika… Sejarah korea… Bahasa inggris… Biologi” seorang gadis tengah membaca barisan jadwal mata pelajaran dikertas yang tertempel ditembok kamarnya. Selanjutnya ia memilah-milah deretan buku yang tertata tegak dimeja belajar mencari nama-nama mata pelajaran yang baru saja ia baca. Sesaat ia menghentikan gerak tangannya. Matanya menerawang ke atas mencoba mengingat sesuatu namun akhirnya ia menyerah dan menurunkan bola matanya menjadi sejajar dengan kertas tadi. Telunjuknya kembali menelusuri jadwal disana,

“Tunggu sebentar, sekarang hari apa?” tanyanya pada diri sendiri, dua detik berusaha mengingat tak membuatnya menemukan jawaban. Akhirnya ia meraih ponsel dimeja dan langsung menuju ke aplikasi kalender.

“Hari selasa, tanggal 20 februari..” ujarnya pelan kemudian langsung beralih pada kertas ditembok lagi.

“Matematika..” dengan cepat ia mencari buku catatan yang bertuliskan nama pelajaran itu disampulnya. Dapat. Selanjutnya ia membaca nama mata pelajaran dibawahnya,

“Sejarah korea”  Tangannya melesat mencari buku bahasa Korea. Begitu seterusnya sampai ke empat buku mata pelajaran itu terkumpul,kemudian memasukkannya kedalam tas. Dia mendesah pelan kemudian tersenyum lebar.

Gadis itu kemudian meraih sepatu sekolahnya dan melangkah keluar kamar dengan tas bergelayut dibahunya. Langkah kakinya terhenti saat melewati sebuah kamar tepat disamping kamarnya, ia membelok tubuhnya dan mendekati pintu kamar itu. Telinganya menempel pada daun pintu, kemudian memutar kenop dan mendorongnya pelan.  Kepalanya melongok ke dalam kamar itu kemudian menariknya kembali. Wajahnya cemberut karena tak menemukan siapa-siapa didalam sana.

“Oppa, kau belum pulang?” gadis itu mendesah lagi, menutup pintu dan berjalan keluar rumah.

*****

“Selamat pagi, Hae-ya” seru seorang namja yang langsung menyampirkan lengannya kebahu gadis yang ia sapa barusan, kini mereka berjalan bersisian. Gadis itu meliriknya horor, pupil matanya menajam seolah memberi perintah namja itu untuk segera menurunkan lengannya dari bahunya.

“Hae-ya ada apa dengan bola matamu, kenapa mengenyamping semua? Kau tidak takut mereka tidak bisa kembali ketengah? Aigo, mataku jadi merinding melihatnya” seru namja itu lagi dengan nada yang dibuat santai, tangannya masih setia bertengger dibahu gadis disebelahnya.

“Singkirkan tanganmu atau aku akan menggigitnya sampai putus, Kyu bodoh?!” ancam gadis itu, kini matanya melotot sempurna. Namja yang dipanggil Kyu itu terkekeh kemudian menarik lengannya.

“Hae-ya..”

“Berhenti memanggilku ‘Hae-ya’, terdengar seperti nama laki-laki, kau tau? Namaku Haerin, HAERIN, kau bisa mengeja,  ‘kan?” dengus Haerin kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan Kyu yang melongo ditempat.

“Pernyataan ‘Jika hari cerah maka presiden akan mengunjungi tempat wisata’ bisa diaplikasikan ke sebuah bilangan  p->q,  dan  negasinya adalah p^~q. Jadi negasi dari pernyataan tersebut adalah ‘Hari cerah dan presiden tidak mengunjungi tempat wisata’” Suara  Kim seosengnim terdengar lantang didepan kelas, tangannya bergerak menuliskan kalimat yang ia ucapkan barusan dipapan.

“Kalian sudah mengerti, ‘kan?”

Ne seosengnim..” jawab seisi kelas serentak.

“Nah sekarang coba temukan negasi dari pernyataan ini” ucap Kim seosengnim lagi kemudian menuliskan sesuatu dipapan yang sebelumnya telah menghapus contoh kalimat tadi. Semua siswa serentak menundukkan kepala menyalin kalimat dipapan ke buku mereka, mulai sibuk mencari jawaban.

“Haerin, coba beri tahu kami jawabanmu” Haerin yang juga masih sibuk mencari jawaban sedikit tersentak karena namanya dipanggil. Eotthoke? Dia belum menemukan jawabannya karena lupa dengan rumusnya, padahal baru beberapa menit lalu Kim seosengnim memberi tahu.

“Eung… Eung…” Haerin menggumam tak jelas sambil membolak-balik buku catatannya yang bersih karena memang belum sempat menyalin contoh di papan tadi. Kemudian sebuah tangan menyodorkan buku kelengannya. Haerin melirik sejenak, Kyu tersenyum lebar disampingnya. Ia kemudian membaca tulisan di buku itu dan Kim seosengnim mengangguk tegas menandakan jawabannya benar.

##

Gomawo” ucap Haerin pendek sambil tersenyum kemudian menyendokkan makan siangnya. Kyu yang duduk dihadapannya dan sedang berkonsentrasi dengan PSPnya menekan tombol pause, mengangkat wajahnya sejenak.

“Untuk apa?” tanyanya dengan dahi sedikit berkerut, kemudian menunduk lagi dan meneruskan kegiatannya.

“Atas bantuan jawabanmu tadi pagi. Ck, sebenarnya aku bisa menjawabnya sendiri tapi aku benar-benar lupa dengan rumusnya. Kim seosengnim itu mengajar seperti pesawat tidak punya rem, kenapa sesuka hati menghapus catatan dipapan padahal aku belum menyalin satu hurufpun” Bela Haejin dengan mulut terisi makanan. Kyu menghentikan permainannya lagi dan menatap Haerin,

“Cssh, otakmu saja yang pentium dua. Materi seperti itu tidak usah ditulispun akan mudah di ingat” Haerin berdecak mendengar kalimat Kyu yang terdengar menghina.

“Otakku beda dengan otakmu, punyaku spesial” ujar Haerin lagi menyadari kemampuan mengingatnya yang memang sangat buruk dan ia tidak mengerti kenapa bisa begitu. Ia sering lupa dengan mudah kata-kata yang bahkan baru beberapa menit yang lalu ia dengar. Kyu terkekeh lagi.

“Aku juga mau bilang terimakasih padamu,” ujar Kyu dengan mata tetap berkonsentrasi pada PSP.

“Hn? Untuk apa?”

“Telah membantuku menjawab soal tentang memaknai puisi tadi. Ish, aku memang sangat tidak bersahabat dengan dunia menyastra seperti itu” lanjutnya lagi sambil terkekeh sendiri.

“Itusih memang karena otakmu yang sulit bernalar dan lelet seperti siput keseleo.  Makna  kata sederhana seperti itu saja kau tidak tahu. Ck!” balas Haerin dengan wajah yang kali ini sangat mengejek.

“MWORAGO?!”

*****

Kyu-Haerin, dua manusia ini entah mengapa selalu bersama saat disekolah bahkan mereka duduk sebangku di kelas. Tapi bukan berarti mereka punya hubungan spesial atau bisa disebut dengan berpacaran karena mereka berdua akan menolak dengan keras dan kompak jika ditanya hal tersebut. Haerin memiliki prinsip ‘diam adalah surga’, kecuali jika suaranya memang dibutuhkan untuk mengatakan hal-hal penting. Dia menyukai kesunyian dan ketenangan, tempat favoritnya adalah perpustakaan sekolah, ruang laboratorium, dan kamarnya sendiri. Alasannya adalah sunyi, dia merasa nyaman serta dapat merasakan sirkulasi pernafasannya terasa sangat lancar jika berada ditempat-tempat itu.

Dan kyuhyun, 11-12 dengan Haerin. Dia adalah manusia sunyi abad ini, apalagi jika sebuah benda bernama PSP sudah menempel dikedua tangannya maka dia akan berubah menjadi bisu, mulutnya akan terkatup rapat dan matanya akan menatap intens si layar PSP. Mereka sangat cocok disebut perkumpulan orang-orang bisu kan? Dan sebenarnya ada seorang yeoja yang beberapa hari ini terlihat mendekati dua orang ini dan ‘memaksa’ untuk menjadi bagian dari mereka dengan selalu mengekor kemana mereka pergi. Han Eun Ji, siswi kelas 2-4 yang memiliki pribadi yang berbanding terbalik dengan Haerin dan Kyuhyun. Dia gadis cerewet dengan mulut elastis yang mengaku menyukai hal-hal keren. Alasannya memaksa bergabung dengan Haerin dan Kyuhyun adalah karena dia menganggap dua orang itu keren dengan imej ‘bisu’ yang diberikan siswa satu sekolah. Gadis aneh? Anggap saja begitu. Dan hal yang lain tentangnya, dia gadis penuh emosi yang akan mudah menangis jika melihat hal-hal yang membuat hatinya berdenyut.

Anyeong haseyo, Seonbaenim. Boleh aku bergabung?” Sebuah suara gadis yang terdengar riang membuat Haerin mengangkat kepalanya. Gadis itu sudah mendaratkan pantatnya dikursi kosong disamping Haerin sebelum Haerin menjawab pertanyaannya, tangannya memegang sebuah kotak yang sepertinya adalah bekal makan siangnya. Dia tersenyum sopan pada Haerin dan Kyuhyun bergantian. Haerin balas tersenyum sementara Kyuhyun bahkan tidak mengangkat wajahnya karena pikirannya terlalu sibuk memikirkan tombol-tombol apalagi yang akan ia pencet untuk menjaga permainannya tetap hidup.

“Oh, Haerin Sunbae juga membawa bekal rupanya? Hihi. Sunbae tau? Membawa bekal sendiri itu lebih baik dan menyehatkan daripada makan-makanan jungfood” gadis itu mulai bersuara sambil membuka bekalnya dan mengapit sumpit. Haerin hanya ber-oh pendek dan kembali menghadap makanannya.

Geure.. Dan aku memegang prinsip lebih baik perutku melilit kelaparan dari pada harus memasukkan makanan2 sampah ke tubuhku, keren ‘kan?”

“Hm” kali ini Haerin berdeham. Cssh, anak ini, memangnya siapa yang bertanya pendapatnya tentang  makanan sehat dan tidak sehat? Baiklah, prinsipnya aneh sekali. Apa dia akan membiarkan perutnya kelaparan jika suatu hari nanti hanya dapat menemukan makanan-makanan  yang ia sebut jungfood tadi? Batin Haerin melucu.

“Tapi aku akan melanggar prinsipku itu jika memang benar-benar  tidak dapat menemukan makanan sehat. Makan jungfood sekali-kali menurutku tidak akan berbahaya”

Sekarang Haerin tertawa dalam hati mendengar kalimat terakhir gadis itu.

“Ah, sepertinya tidak baik makan sambil berbicara. Selamat makan Haerin Sunbae” ucap gadis itu lagi kemudian mulai menyumpit-i makan siangnya.

Oh, sebenarnya siapa yang dari tadi mengoceh?.

Haerin sejenak melirik nametag yang menempel di baju seragam gadis itu. Eun Ji Han.

“Eoh, Haerin sunbae tidak memakan lauknya?” seru Eun Ji tiba-tiba dengan sumpit menunjuk bekal Haerin yang lauknya tetap utuh tidak tersentuh, sementara nasinya sudah hampir habis.

“Eh?” Haerin ikut terkejut dan menyadari sejak tadi ia hanya memakan nasinya dan melupakan lauknya.

*****

Haerin berjalan menuju rumahnya dengan wajah lesu. Kejadian-kejadian aneh hari ini membuat kepalanya pening. Melupakan lauk makan siangnya dan baru saja bus yang ia tumpangi hampir melewati daerah rumahnya karena ia lupa untuk memberi tahu sopir bus dimana harus berhenti. Haerin mendesah kesal, sepertinya hari ini kepalanya bermasalah.

Rumahnya sudah terlihat, Haerin mempercepat langkahnya. Ia ingin segera sampai disana dan melempar tubuhnya ke tempat tidur, mengistirahatkan otaknya agar lebih segar dan berharap kejadian-kejadian aneh seperti tadi tidak terulang lagi.

“Kau sudah pulang?” tanya seseorang menyambut Haerin saat kakinya baru mencapai ruang tengah rumahnya. Seorang pria dengan apron terlihat berdiri dihadapannya.  Kedua tangannya memegang ujung panci kecil. Bibirnya mengulum senyum.

Ne” balas Haerin pendek sambil tersenyum kemudian meneruskan langkah kakinya hendak menuju ke kamarnya. Pria itu buru-buru meletakkan panci ke meja dan menahan Haerin.

Ya! Ya! Apa kau tidak rindu pada oppamu? Mana sambutan dan pelukan hangat yang biasanya adikku berikan?” goda pria itu sambil membalik tubuh Haerin untuk menghadap ke arahnya. Haerin mengernyitkan dahi kemudian mendongakkan kepalanya untuk menangkap tatapan pria itu,

“Maksud Oppa?” tanyanya polos.

Aigo, jadi kau benar tidak merindukanku. Padahal aku selalu merindukanmu  selama dua minggu di Mokpo. Kau tau itu sangat menyusahkan, dan sekarang aku mendapati orang sangat kurindukan ternyata sama sekali tak merindukanku” ucap pria itu dengan nada seolah kesal. Haerin kembali melipat dahinya belum mengerti.

“Ah, arasseo, arasseo, kau pasti marah padaku karena terlalu lama meninggalkanmu. Mianhae, maafkan oppa, eo?” seru pria itu lagi setelah menarik tubuh haerin kedalam pelukannya. Ia mendekap haerin erat, tangan kanannya mengelus lembut rambutnya dengan penuh rasa sayang.

“Sebagai permintaan maaf, oppa telah memasak makan malam spesial. Semua yang oppa masak adalah menu favoritmu. Ayo makan” nada pria itu berubah riang dan menarik lengan Haerin untuk duduk di kursi. Haerin pasrah saja mengikuti perintah Oppanya itu meskipun dikepalanya sekarang berseliweran banyak pertanyaan. Kenapa oppanya bersikap aneh seperti ini? Rindu? Dua minggu? Apa maksudnya? Atau apa memang sebenarnya justru dia yang aneh?.

To Be Continued………

 

 

Iklan

Comments on: "DEMENTIA" (2)

  1. Wah…keren ceritanya…….
    Ohya…
    Boleh Nanya gak…?
    Ini blog baru yah?

Ayo tinggalin jejak...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: